Saturday, 12 July 2014

Artikel Tugas Kuliah : Online Business di Indonesia

Dibawah ini merupakan artikel kedua yang saya tulis untuk mata kuliah Managerial Accounting pada program MM reguler sekolah bisnis di bilangan Jakarta yang telah saya singgung sebelumnya.




ONLINE BUSINESS DI INDONESIA



Perkembangan teknologi secara global mendorong perkembangan teknologi internet di Indonesia ke arah yang lebih baik. Perbaikan kualitas internet, mendorong laju pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Seperti dikutip dari Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyatakan peningkatan pengguna internet sebesar 13%, dari 63 juta tahun 2012 menjadi  71,19 juta tahun 2013.  Selain itu, menurut Ketua Umum APJII, Semuel A. Pangerapan menyatakan:
Penetrasi jumlah pengguna internet terus meningkat, saat ini mencapai 28 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 248 juta orang.
Dengan pengguna internet yang besar di Indonesia, proporsi pengguna internet yang melakukan online business, baik sebagai  penjual maupun pembeli. Pengguna internet yang melakukan pembelian barang/jasa sebesar 45,07% sedangkan yang menerima pemesanan baarang/jasa sebesar 55,07%.
Sementara itu, definisi online business adalah kegiatan transaksi penjualan dan/atau pembelian barang atau jasa, serta kegiatan penunjang lainnya melalui internet. Media yang dipergunakan sebagai alat pelaksanaan online business di Indonesia, umumnya adalah sebagai berikut:
  • 1Social media

Umumnya di Indonesia, transaksi online business melalui social media awalnya menggunakan Facebook, lalu berkembang ke Twitter, Instagram, Tumblr, dan applikasi lainnya seperti Line, BBM, dan Kik. Berbagai macam produk yang dijual melalu media ini, dan umumnya usaha perorangan yang biasanya kelas kecil dan menengah.
  • Webstore

Online business yang menggunakan webstore, adalah perusahaan yang menjual product dari brand-nya sendiri untuk dipasarkan. Usaha yang menggunakan media ini biasanya cukup bermodal. Contohnya www.cottonink-shop.com, www.bloopendorse.com, www.agreetoshop.com dan lain-lain.
  •  E-commerce

Model online business ini seperti mall atau departemen store yang memiliki berbagai produk dari berbagai brand. Selain itu, biasanya menawarkan berbagai metode payment dari debit, credit card hingga cicilan 0%. Contohnya adalah www.lazada.com, www.kliktoday.com, www.tokobagus.com, dan lain-lain.
  •   Daily deals

Untuk daily deals, biasanya menjual produk atau jasa yang sedang promo. Sehingga dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah. Contohnya adalah www.livingsocial.co.id dan www.disdus.com
  • Forum

Selain berfungsi untuk sharing information produk, forum jual beli juga menjadi media transaksi penjualan dan pembelian barang dan jasa. Contoh yang paling terkenal adalah Forum Kaskus.

Dalam menjalankan online business tentunya memiliki perbedaan dengan bisnis umum yang tangible. Salah satunya adalah dari komponen pembiayaan yang harus dikeluarkan dalam menjalankan online business, berikut beberapa diantaranya:
  1. Domain  
  2.  Hosting server  
  3. Network System 
  4. Programmer Wages and Salary 
  5. Admin System 
  6. Payment System 
  7. Office and Warehouse 
  8. Thirdparties (email system server and shipping agency)
 


Resource:

Harian TI. 2014. Survei BPS: Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tahun 2013 Tembus 71 Juta Orang. http://harianti.com/survei-bps-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tahun-2013-tembus-71-juta-orang/

Sinaga, Royke. 2014. APJII: Penguna Internet Di Indonesia Terus Meningkat. http://www.antaranews.com/berita/414167/apjii-penguna-internet-di-indonesia-terus-meningkat

Artikel Tugas Kuliah : Ethics and Fraud

Memenuhi janjiku pada posting di Bulan April lalu, berikut adalah salah satu dari dua artikel yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Managerial Accounting pada program MM Reguler di salah satu kampus sekolah bisnis di Jakarta.



ETHICS AND FRAUD



Berdasarkan buku Etika Dunia Bisnis  karangan Robby I. Chandra, Etika adalah membahas penilaian yang berkaitan dengan moral (moral judgement). Menurut ilmu Etika Bisnis ada tiga aspek yang senantiasa tumpang tindih dalam pembahasan masalah etika, yaitu:
-          Etika Deskriptif
Adalah penggambaran masalah etika bisnis secara faktual, tanpa unsur penilaian secara eksplisit.
-          Metaetika
Adalah membahas masalah kaitan antara standar penilaian moral yang dipergunakan dengan konteks budaya atau pola pikirtertentu. Jadi metaetika banyak meneliti asumsi-asumsi moral tertentu.
-          Etika Normatif
Adalah pembahasan tentang masalah etika bisnis dan penilaian terhadapnya dari sudut moral tertentu. Meneliti dan mengembangkan pembahasan tentang konsistensi dan integrasi sudut pandang moral tersebut.
Sedangkan menurut buku Pengantar Etika Bisnis oleh K. Bertens, definisi etika adalah sebagai berikut:
-          Etika sebagai praksis: nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh diparktekkan atau justru tidak dipraktekkan  walupun seharusnya dipraktekkan.
-          Etika sebagai refleksi:  kita berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan.
Untuk pengertian Fraud, dikutip dari artikel Fraud di Tempat Kerja oleh Aurolla S. Harahap SE., MM., fraud merupakan suatu tindakan yang disengaja oleh pihak tertentu untuk kepentingan suatu pihak yang dapat menimbulkan kerugian, seperti tindakan kecurangan, penipuan, penggelapan, manipulasi, penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi.
Dikutip dari www.iba.web.id, terdapat empat faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan fraud, yang disebut juga teori GONE, yaitu:
  •  G: Greed (Keserakahan) 
  •  O: Oppoetunity (Kesempatan)
  •  N: Need (Kebutuhan)
  •  E: Exposure (Pengungkapan) 
Maka dapat disimpulkan bahwa tindakan fraud merupakan pelanggaran terhadap nilai etika dan moral. Walaupun tindakan pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum dan pelanggaran hukum belum tentu melanggar etika, namun jika keduanya tidak saling mendukung dan sejalan, maka tidak akan efektif berlaku di masyarakat.
Beberapa tindakan fraud dalam konteks bisnis yang mungkin sudah cukup sering didengar adalah tindakan korupsi, kolusi, nepotisme, suap, penggelapan, pemalsuan catatan keuangan, praktek cuci uang (money laundering), dan lain sebagainya. Tindakan tersebut disebut Fraud karena melanggar aturan utama etika yaitu do not other people (tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain).
Contoh kasus terkait Fraud di dunia Bisnis yaitu kasus Enron dan akuntan Arthur Andersen, yaitu pemalsuan laporan akutansi keuangan perusahaan yang disengaja dan tidak etis karena  mengelabui pemegang saham. Kasus tersebut merupakan kasus korupsi, penipuan dan kebangkrutan terbesar di Amerika.

 Resources:
Bertens, K. 2013. Pengantar Etika Bisnis. Edisi Revisi. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Chandra, Robby I. 1995. Etika Dunia Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Harahap SE., MM., Aurolla Saparini. Fraud Di Tempat Kerja. http://ppm-manajemen.ac.id/fraud-di-tempat-kerja-bagian-1-dari-4-tulisan/ Retrieved on April 23, 2014
Awal, Sabda. Pengertian Fraud Dan Faktor Terjadinya. http://www.iba.web.id/2013/06/pengertian-fraud-dan-faktor-terjadinya.html Retrieved on April 23, 2014